Dialektika : Glosarium Kosakata Bahasa Indonesia Dalam Ragam Media Sosial

Hi Kawan bloggers! Kembali lagi nih di Cerita.in!!! Apa kabar semua? Semoga selalu dalam keadaan baik dan bahagia..

Hal yang kurang familiar memang kerap menimbulkan rasa tidak suka hingga tidak nyaman. Itulah kenapa ketika kita dihadapkan pada hal-hal baru, dan banyak yang tidak ingin mencobanya. Meriview jurnal dan dijadikan sebagai sebuah konten blog sebetulnya sesuatu yang terbilang sangat amat baru bagi saya. Tetapi dilain sisi ini sangat menarik yang harus dicoba, apalagi mencoba hal baru akan membuka banyak pintu kesempatan, mulai dari kesempatan menambah ilmu, meningkatkan skill, hingga mendapat teman baru. Yang tentunya ini tergantung dari jenis hal baru apa yang kita coba, yaa.



Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan informasi mengenai salah satu jurnal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bernama “Dialektika”.  Jurnal ini merupakan jurnal bahasa, sastra, dan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Dialektika diterbitkan atas kerjasama Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI). 

Didalam Jurnal Dialektika ini terdapat beberapa artikel dan salah satunya berjudul “Glosarium Kosakata Bahasa Indonesia Dalam Ragam Media Sosial” yang ditulis oleh Elvi Sussanti dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diterbitkan pada tahun 2016 dengan Volume 3 Nomor 2, halaman 229-250 dengan DOI : http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5188. Perlu kalian ketahui juga nih, jurnal Dialektika sudah terakreditasi SINTA 3 oleh Dirjen Dikti, Kementrian Riset dan Teknologi.




Artikel ini mendeskripsikan bagaimana kosakata dalam ragam media social muncul seketika dan disepakati bersama oleh pengguna media social. Kita ketahui bersama bahwa kosakata itu berpengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia dalam ragam lisan, khususnya glosarium yang diperoleh dari istilah-istilah yang berkembang di media sosial. Ada yang berasal dari bahasa asing, bahasa daerah, kosakata yang dibolak-balik  susunannya, kosakata yang yang memang sudah ada dalam kamus bahasa gaul, dan bahasa slang yang sudah ada sebelumnya.

Dengan membaca artikel ini diharapkan dapat memperkaya khasanah kosakata ragam lisan bahasa Indonesia. Sekitar 280 kosakata yang ditemukan oleh peneliti dan dikategorikan menjadi beberapa jenis kata benda, kata kerja, kata sifat, kata ganti, kata tanya, kata sapa, dan kata keterangan. Selain itu, peneliti juga mengelompokan menjadi 3 bagian yaitu berdasarkan kata, akronim, dan frasa. Dari 280 kosakata yang ada peneliti juga menganalisis asal-usul (etimologi) kosakata tersebut dalam media sosial ada yang berdasarkan kreativitas penggunanya tanpa ada asal-usul sebelumnya, namun ada yang berasal dari bahasa asing seperti bahasa Inggris, Korea, dan Jepang. Kemudian ada yang asli berasal dari bahasa Indonesia, bahasa daerah, kosakata yang dibolak-balik susunannya, kosakata yang memang sudah ada dalam kamus bahasa gaul, dan bahasa slang yang sudah ada sebelumnya.

Okeee… mungkin sekian dulu pembahasan tentang artikel ini, bagi kalian yang penasaran dengan kelanjutan isi dari artikel diatas ataupun mau mencari artikel lain yang ada di jurnal Dialektika bisa langsung saja kunjungi  http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/dialektika/index.

see you !!!